Contoh Proposal Penelitian Skripsi Yang Baik dan Benar

Contoh Proposal Penelitian Skripsi Yang Baik dan Benar – proposal penelitian adalah jenis proposal yang banyak digunakan untuk bidang akademik khususnya dalam bidang karya ilmiah yang biasa dibuat oleh para mahasiswa. Contoh proposal penelitian seperti skripsi, tesis, desertasi, pembuatan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), dan lain sebagainya.

Bentuk proposal penelitian adalah berupa dokumen singkat yang berisikan rencana peneliti dalam melakukan penelitiannya. Proposal penelitian untuk S2 ataupun S3 bisa sangat singkat sekitar 500 kata, atau juga bisa sangat panjang sekitar 6000 kata (15 halaman) tergantung dari program studi yang diambil.

Pembuatan proposal penelitian ini dapat dijadikan sebagai bukti apakah seorang mahasiswa telah mampu meneliti dan mengembangkan suatu ilmu pengetahuan yang diterimanya atau tidak. Proposal ini juga melatih tingkat keseriusan kita saat sedang meneliti sesuatu, dapat dilihat dari hasil yang diperoleh nantinya.

Contoh Proposal Penelitian Skripsi Yang Baik dan Benar

PROPOSAL PENELITIAN

Judul

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI.

Bidang Kajian

Pembelajaran Matematika dan Pemberian Pekerjaan Rumah.

Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memperlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk.

Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya daiam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada problemmatika (permasalahan) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Problematika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus diawali.

Terkait dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai saat ini masih jauh dan apa yang kita harapkan. Betapa kita masih ingat dengan hangat akan standarisasi Ujian Akhir Sekolah (UAS) dengan nilai masing-masing mata pelajaran 4,51 dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang- orang tua siswa sendiri, karena anak atau siswanya tidak dapat lulus. Hal lucu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Melihat kondisi rendahnya prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya dilakukan salah satunya adalah pemberian tugas berupa kepada siswa. Dengan pemberian pekerjaan rumah kepada siswa diharapkan siswa dapat meningkatkan aktifitas belajarnya, sehingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap meteri yang diberikan di sekolah dengan harapan siswa mampu meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa.

Rumusan Masalah dan Rencana Pemecahan Masalah

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan, maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah :

Apakah melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika bagi siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 3 Geresik Kecamatan Jamanis?

  1. Rencana Pemecahan Masalah

Siswa yang mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus tentunya akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah, tentunya akan lebih baik pula penguasaan keterampilan atau konsep terhadap mata pelajaran-mata pelajaran yang dipelajarinya. Dengan pemberian PR secara rutin dan terorganisir dengan baik paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri.

Moh. Uzer (1996:29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, atau paksaan orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar, misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh orang tua untuk mendapatkan peringkat pertama.”

Demikian halnya dengan guru memberikan PR dengan harapan baik itu dirasa memaksa bagi siswa atau itu karena disuruh sebagai tugas dengan perasaan terpaksa, yang jelas mengkondisikan siswa harus belajar. Dengan pola demikian tentunya anak yang lebih banyak belajar dirumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  1. Tujuan Penelitian
  2. Tujuan Umum

Tujuan  peneliti yang diharapkan dari  penelitian  ini menjadi masukan  bagi guru dan siswa  untuk meningkatkan belajar di rumah.

Tujuan Khusus

Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini :

“Untuk mengetahui apakah melalui pemberian pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar matematika bagi siswa kelas VI SD Negeri 3 Geresik Kecamatan Jamanis.”

Manfaat Penelitian

Dilaksanakannya kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat memberikan manfaat atau kontribusi  sebagai berikut:

Manfaat Teoritis

Melalui kegiatan penelitian ini diperoleh teknik penunjang yang lebih realistis dan aplikatif  untuk keperluan optimalisasi penggunaan teknik pemberian tugas pekerjaan rumah dalam upaya peningkatan hasil belajar matematika di sekolah dasar. Aturan dan teknik tersebut dapat dijadikan perbandingan dan pertimbangan bagi guru-guru lainnya yang akan menggunakan teknik pemberian tugas pekerjaan rumah pada kelas dan mata pelajaran yang berbeda.

Manfaat Praktis

Penelitian ini memberikan pengalaman langsung kepada guru kelas untuk memecahkan permasalahan secara terencana dan sistematis yang terkait dengan peningkatan pembelejaran matematika melalui teknik pemberian tugas pekerjaan rumah (PR) di kelas VI SD Negeri 3 Geresik Kecamatan Jamanis.

Anggapan dasar dan Hipotesis

Anggapan Dasar

Menurut Suharsimi Arikunto (1998: 67) Anggapan Dasar adalah ”Sesuatu yang diyakini kebenarannya, dan berpungsi sebagai hal-hal yang dijadikan pijakan bagi peneliti dalam melaksanakan penelitiannya.

Adapun asumsi dasar dalam penelitian ini adalah

  1. Pembelajaran matematika tercantum dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).
  2. Pemberian tugas pekerjaan rumah (PR) dapat meningkatkan penguasaan konsep atau keterampilan dan sekaligus memberikan pengembangan.
  3. Hipotesis

Hipotensis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah :

“Melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas VI SDN 3 Geresik Kecamatan Jamanis.

Kerangka Teori

  1. Matematika

Istilah Matematika berasal dari bahasa Yunani “Mathematikos” secara ilmu pasti, atau “Mathesis” yang berarti ajaran, pengetahuan abstrak dan deduktif, dimana kesimpulan tidak ditarik berdasarkan pengalaman keindraan, tetapi atas kesimpulan yang ditarik dari kaidah – kaidah tertentu melalui deduksi (Ensiklopedia Indonesia).

Dalam Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) terdapat istilah Matematika Sekolah yang dimaksudnya untuk memberi penekanan bahwa materi atau pokok bahasan yang terdapat dalam GBPP merupakan materi atau pokok bahasan yang diajarkan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (Direkdikdas : 1994)

  1. Belajar

Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapasitas baru (Dimyati, 2002-10). Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha (berlatih dsb) supaya mendapat suatu kepandaian (Purwadarminta : 109). Belajar dalam penelitian ini diartikan segala usaha yang diberikan oleh guru agar mendapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran Matematika.

  1. Prestasi Belajar.

Prestasi belajar berasal dari kata ” prestasi ” dan “belajar” prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud, 1995: 787). Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (Depdikbud, 1995: 14). Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oteh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya

  1. Teknik

Dalam umum bahasa Indonesia teknik diartikakan cara (kepandaian, dsb) membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian (Purwadarminta: 1035). Sedangkan teknik yang dimaksud disini adalah cara tertentu yang dilakukan oleh guru yang akan dikenakan kepada siswanya dalam rangka mendapatkan informasi atau laporan yang diinginkan.

  1. Pekerjaan rumah

Pekerjaan rumah atau yang lazim disebut PR dalam bahasa Inggris “Homework ” yang artinya mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam penilitian ini yang dimaksudkan dengan PR adalah sebuah tugas atau pekerjaan tertentu baik tertulis atau lisan yang harus dikerjakan diluar jam sekolah (terutama di rumah) berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru untuk meningkatkan penguasaan konsep atau keterampilan dan sekaligus memberikan pengembangan.

Metodologi Penelitian

  1. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK),

  1. Responden Penelitian
  2. Populasi : SD Negeri 3 Geresik
  3. Sampel : Kelas VI SD Negeri 3 Geresik
  4. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain :

  1. Perencanaan
  • Penyelesaian ijin kepada kepala sekolah SDN 3 Geresik.
  • Penyusunan instrumen berupa lembar observasi dan lembar soal tes bagi siswa.
  • Uji coba tes
  • Refisi
  1. Langkah pelaksanaan adalah pelaksanaan pengumpulan data, yaitu:
  • Teknik tes, alatnya berupa lembar soal
  • Teknik observasi, alatnya berupa lembar observasi
  • Teknik wawancara, alatnya berupa pedoman wawancara
  1. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan dan analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis sebagai berikut:

  1. Seleksi data, pengelompokkan dan pengolahan data, dan interpretasi data
  2. Evaluasi dan refleksi terhadap hasil interpretasi data
  3. Tindak lanjut atau rekomendasi.

Kerangka pengolahan dan analisis data tersebut di atas akan diberlakukan pada setiap siklus tindakan sampai perbaikan pembelajaran dianggap optimal. Target optimal dimaksudkan baik untuk kinerja guru maupun hasil belajar siswa.

Daftar Pustaka

Depdiknas, (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Kerangka Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum.

Suharsimi Arikunto, (2008). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Jakarta: Bumi Aksara.

Wardani, I.G.A.K dkk (2007) Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuk

Jadwal Penelitian

KEGIATAN BULAN
Agustus September Oktober
 

A. Persiapan

  1. Pengajuan
  2. Konsultasi Judul dengan Pembimbing
  3. Penyusunan Proposal

B. Pelaksanaan

  1. Pembuatan Instrumen
  2. Tindakan/ kegiatan

·      Siklus I

·      Siklus II

·      Siklus III

C. Laporan

1.      Penulisan laporan penelitian.

2.      Pelaporan hasil penelitian

1

 

x

 

 

 

 

2

 

 

x

 

3

 

 

 

 

x

4

 

 

 

 

 

 

x

1

 

 

 

 

 

 

 

 

x

2

 

 

 

 

 

 

 

 

x

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

Perincian Anggaran

Akibat yang timbul dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti, adapun biaya tersebut adalah

  1. Fotocopy Naskah = Rp   000
  2. Kertas folio 1 pack = Rp   000
  3. Jilid buku = Rp   000
  4. Rental komputer = Rp 100.000
  5. Lain-lain = RP 100.000+

Jumlah                       = Rp 300.000

Demikianlah informasi yang dapat kami berikan pada kesempatan kali ini. semoga bermanfaat

abstrak biaya data fokus peneliatiancontoh proposal penelitian pendidikan ekonomicontohn proposal penelitian di perusahaanjudul proposal tentang sepak bolaproposal fiqihproposal penelitian tentang remajaproposal skripsi kenakalan remajaproposal usaha mebel terbarusurat pengaduan semiblock style