Contoh Makalah Sosiologi Antropologi Pendidikan yang Baik dan Benar

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Konflik sosial merupakan akibat dari interaksi sosial antar individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Masalah tersebut merupakan persoalan, karena menyangkut tata kelakuan yang immoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak.

Walaupun sosiologi meneliti gejala-gejala kemasyarakatan, namun juga perlu mempelajari masalah-masalah sosial. Dengan demikian, sosiologi juga berusaha mempelajari masalah sosial seperti kejahatan, konflik antar ras, kemiskinan, perceraian, pelacuran, dan sebagainya. Hanya dalam hal ini sosiologi bertujuan untuk menemukan sebab-sebab terjadinya masalah sosial tidak terlalu menekankan pada pemecahan masalah-masalah tersebut. Karena usaha-usaha untuk mengatasi masalah-masalah sosial hanya mungkin berhasil apabila di dasarkan pada kenyataan serta latar belakangnya, maka sosiologi dapat pula ikut serta membantu mencari jalan keluar yang mungkin dapat dianggap efektif.

     Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah:

  1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Sosiologi Antropologi Pendidikan”.
  2. Untuk menambah wawasan penyusun dalam memahami konflik sosial yang terjadi dilingkungan masyarakat.

BAB II

PEMBAHASAN

 Pengertian Konflik Sosial

Gejala-gejala yang tidak dikehendaki masyarakat bersangkutan merupakan gejala abnormal. Hal ini disebabkan karena unsur-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga menyebabkan kekecewaan-kekecewaan dan penderitaan. Gejala-gejala abnormal tesebut dinamakan konflik sosial. Konflik sosial berbeda dengan problem-problem lainnya di dalam masyarakat, karena masalah-masalah sosial tersebut berhubungan erat dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Masalah tersebut bersifat sosial karena bersangkut paut dengan hubungan antar manusia dan di dalam kerangka bagian-bagian kebudayaan yang normatif. Hal ini dinamakan masalah karena bersangkut pait dengan gejala-gejala yang mengganggu kelanggengan dalam masyarakat.

Dengan demikian, konflik sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial, atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut, sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial.

Klasifikasi dan Sebab-sebab Konflik Sosial

Kepincangan-kepincangan mana yang dianggap konflik sosial oleh masyarakat tergantung dari sistem nilai sosial masyarakat tersebut. Akan tetapi ada beberapa persoalan yang dihadapi oleh masyarakat-masyarakat pada umumnya sama yaitu misalnya:

  1. Kemiskinan

Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.

  1. Kejahatan

Sosiologi berpendapat bahwa kejahatan disebabkan karena kondisi-kondisi dan proses-proses yang sama yang menghasilkan perilaku-perilaku sosial lainnya.

  1. Disorganisasi Keluarga

Adalah perpecahan keluarga sebagai suatu unit, karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya.

  1. Masalah generasi muda dalam masyarakat modern

Masalah generasi muda pada umumnya ditandai oleh keinginan untuk melawan dan sikap yang apatis.

  1. Peperangan

Peperangan mungkin merupakan masalah sosial paling sulit dipecahkan sepanjang sejarah kehidupan manusia.

  1. Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat antara lain pelacuran, dilenkuensi anak-anak, alkoholisme, homoseksualitas.
  2. Masalah kependudukan

Penduduk suatu negara pada hakikatnya merupakan sumber yang sangat penting bagi pembangunan, sebab penduduk merupakan subyek serta obyek pembangunan.

  1. Masalah lingkungan hidup

Apabila seseorang membicarakan lingkungan hidup, maka biasanya yang dipikirkan adalah hal-hal atau apa-apa yang berada disekita manusia, baik sesuai sebagai individu maupun dalam pergaulan hidup.

  1. Birokrasi

Pengertian birokrasi menunjuk pada suatu organisasi yang dimaksudkan untuk mengerahkan tenaga dengan teratur dan terus menerus, untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biopsikologis dan kebudayaan.

Konflik Sosial Dilingkungan Masyarakat Kelurahan Maleber Ciamis

Jenis konflik sosial yang ada dilingkungan masyarakat kelurahan maleber yaitu kejahatan.

Sosiologi berpendapat bahwa kejahatan disebabkan karena kondisi-kondisi dan proses-proses sosial yang sama, yang menghasilkan perilaku-perilaku sosial lainnya.

Sebab-sebab Terjadinya Kejahatan

  1. Para sosiolog berusaha untuk menemukan proses-proses yang menyebabkan seseorang menjadi penjahat. Analisis ini bersifat sosial psikologis. Beberapa orang ahli menekankan pada beberapa bentuk proses seperti imitasi, pelaksanaan peranan sosial, asosiasi diferensial, konpensasi, identifikasi, konsepsi diri pribadi, dan kekecewaan yang agresif sebagai proses-proses yang menyebabkan seseorang menjadi jahat.
  2. Apabila seseorang menjadi jahat, maka hal itu disebabkan orang bersangkutan mengadakan kontak dengan pola-pola prilaku jahat dan juga karena dia mengasingkan diri terhadap pola-pola perilaku yang tidak menyukai kejahatan tersebut.

Solusi Mengatasi Masalah Kejahatan

Untuk mengatasi masalah kejahatan, kecuali tindak preventif, dapat pula diadakan tindakan-tindakan represif antara lain dengan teknik rehabilitasi.

Menurut Cressey, ada 2 konsepsi mengenai teknik rehabilitasi:

  • Menciptakan sistem dan program-program yang bertujuan untuk menghukum orang-orang jahat.

Sistem serta program-program tersebut bersifat reformatif, misalnya hukuman bersyarat, hukuman kurungan, serta hukuman penjara.

  • Dalam teknik kedua lebih ditekankan pada usaha agar penjahat dapat berubah menjadi orang biasa (orang baik). Dalam hal ini, maka selama menjalani hukuman bersyarat, diusahakan mencari pekerjaan bagi si terhukum dan diberikan konsultasi psikologis. Kepada para narapidana di lembaga-lembaga pemasyarakatan diberikan pendidikan serta latihan-latihan untuk menguasai bidang-bidang tertentu, supaya kela setelah masa hukuman selesai punya modal untuk mencari pekerjaan dimasyarakat.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Konflik sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan sosial. Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biopsikologis dan kebudayaan.

Klasifikasi konflik sosial yang dihadapi oleh masyarakat pada umumnya sama yaitu misalnya: kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, peperangan, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup, birokrasi.

Menurut sosiologi pemecahan atas masalah sosial dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode preventif dan represif.

Bagi pembangunan, sosiologi dapat dimanfaatkan guna memberikan data sosial pada tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi proses pembangunan.

Saran

Para anggota masyarakat harus lebih perhatian terhadap masalah-masalah sosial yang ada dilingkungannya, serta memperbaiki kepincangan-kepincangan yang dianggap sebagai masalah sosial.

DAFTAR PUSTAKA

 Soekanto, Soerjono. 2004. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Grafindo Persada.

contoh contoh soal soal rekonsiliasi bank