Kumpulan Novel Cinta Terbaru 2016 news

Novel Cinta -  Sahabat Warna Kali ini admin akan sedikit berbagi mengenai Kumpulan Novel CintaNovel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Penulis novel disebut novelis. Genrenovel digambarkan memiliki "sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun". wikipedia.

Novel Cinta

Kumpulan Novel Cinta 


 Cinta Terpendam Yang Dibawa Sampai Mati

Dear My Story - Kadang rasanya aku tidak pantas lagi untuk mengeluh, semua doa ku terjawab sudah, harapan menjadi kenyataan, dunia mimpiku seolah menjadi kehidupan. Baru kemarin aku bermimpi indah sekali tidak ingin aku bangun lagi dari tidur itu tetapi keadaan sekarang memaksa untuk bangun bahwa "Seindah-indah dunia mimpi pasti engkau akan terbangun juga" meski Indah itu tetaplah sebuah mimpi yang tidak akan berubah menjadi kenyataan.


Pernah berfikir dulu bahwa suatu saat nanti mimpi-mimpi indah itu akan benar-benar menjadi nyata, saat waktunya tiba sekarang memang semua sudah menjadi nyata tetapi semua memang tidak seindah mimpi, pernah ingat kisah ku dulu yang sangat merindukan seseorang gadis impian itulah yang dimaksud, mungkin semua itu memang salah ku, tidak pernah berani mengunkapkan isi hati ini selama puluhan tahun lamannya.




Hal yang paling aku sesalkan adalah tidak ada kesempatan lagi meski hanya terakhir kali, walau sekedar mengungkapkan perasaan bahwa aku memang benar-benar menyayanginnya sejak kami berusia belasan tahun. Kini aku tumbuh dewasa menjadi laki-laki mandiri dan memiliki beberapa target hidup yang harus segera dicapai, semua rasanya tidak lengkap karena perasaan ini hanya sampai pada sebuah sms yang tidak pernah terkirim dan sepenggal kisah yang aku tulis.


Dulu jauh sebelum hari ini aku pernah menulis banyak sekali tentang perasaan yang terpendam saat ini kepada sang puteri, web adalah teman curhat dan menulis adalah cara terbaik ku untuk mengungkapkan semua perasaan yang ada sedangkan tempat ku berharap adalah Alloh dengan doa aku bisa belajar untuk mencoba mengutarakan isi hati tanpa harus memiliki. Tidak banyak yang aku inginkan cuma satu dari apa yang aku tulis yaitu suatu saat nanti semoga dia membaca semua tulisan ku, tentang perasaan ini kepadanya.


Harapan itu seolah menjadi sebuah kenyataan, memang benar kisah yang ku tulis mendapatkan respon tinggi dari pembaca ada ribuan orang yang menyukai tulisan itu, beberapa pembaca mengungkapkan bahwa karangan fiktif yang dibuat keren sekali. Padahal jika mereka tahu apa yang ku tulis adalah bukan sebuah karangan tetapi itu kisah hidup nyata yang sedang aku tulis dengan sentuhan hati antara kisah ku dan dia yang aku idolakan.


Dari menulis aku berani mengungkapkan isi hati ini, dengan jelas, tegas dan emosional mengungkapkan semua perasaan yang tidak berani diungkapkan, dalam setiap tulisan itu juga ada sebuah harapan semoga saja Sang Puteri membaca tulisan ku, memang ini hal konyol yang pernah aku lakukan menyimpan sebuah perasaan 11 tahun lamanya, aku menjumpai tanggal 8 Agustus sebanyak sebelas kali tanpa berhenti memikirkannya.


Yang ku ingat tentang tanggal itu adalah tanggal lahirnya, setiap tanggal yang sama ku sempatkan untuk mengirimkan sebuah ucapan dan ungkapan perasaan hati bahwa aku sangat amat mencintainnya, tetapi pesan itu sengaja aku kirim ke nomor ponsel yang tidak aktif lagi meski aku tahu tetap saja dilakukan, karena cuma nomor itu saja yang aku punya, ku anggap 11 tahun lamanya semua pesan yang dikirim itu sudah dibaca.


Tetapi dengan begitu aku sudah bahagia bisa mengungkapkan perasaan walau aku tahu bahwa sms itu selalu gagal. Bertahun-tahun kisah itu terus berlalu tidak sehari pun aku berhenti memikirkan dia, sambil terus menulis dari 1000 artikel yang ku buat sebanyak itulah aku berharap semoga saja dia mengetahui isi hati ini dengan mencari kata kunci melalui google.com "Cerita Cinta" browsing di Internet.


Karena aku seorang blogger jadi kata kunci itulah yang aku tembus, dengan menulis aku merasa sangat lega sekali, sampai pada waktunya tiba, memang dia tidak pernah membaca semua tulisan itu, tetapi mungkin Tuhan melihat usaha yang aku lakukan sangat keras sampai akhirnya semua tulisan itu dibaca oleh banyak teman SMA ku dulu, beberapa teman dekat sang puteri juga membaca tulisan itu, akhirnya untuk pertama kalinya pada awal tahun 2013 si teman dekat menyampaikan apa yang dia baca kepada sang puteri.


Bahwa aku pernah menyayangi bahkan sangat amat menyayangi sang puteri. Tetapi aku tidak tahu kalau dia sudah tahu tentang perasaan itu, kesibukan ku kuliah dan kesibukan dia bekerja membuat kami tidak memiliki kesempatan untuk bertemu karena aku kuliah di kota yang berbeda sedangkan dia bekerja di kota berbeda juga. Aku tetap menulis apa yang dirasa sambil terus berharap meski sebenarnya semua harapan itu sudah terjawab hanya saja aku tidak mengetahuinya.


Tidak ada pernah berfikir untuk menjadikan Sang Puteri menjadi seorang kekasih, sebab yang aku takutkan adalah saat nanti kami putus aku terikat pada sebuah prinsip hidup, bahwa tidak akan pernah balikan ke mantan setelah putus. Mungkin memang benar seperti apa yang diungkapkan oleh sabahat karib ku dulu waktu Kuliah. Sang Puteri tidak akan pernah cocok untuk menjadi seorang pacar ku, tetapi dia sangat cocok untuk menjadi seorang Istri bagi anak-anak ku nanti.


Meski hati ini terikat dengan sebuah cinta yang besar, aku akan berusaha mewujudkan semua mimpi itu menjadi kenyataan dengan menjadikan diri ini pantas untuknya mencapai target dan sukses semuda mungkin, rencana ku setelah lulus kuliah dan mencapai sukses, aku akan datang langsung melamarnya itu janji ku dulu pada diri ini dan Alloh saksi atas semua perkataan dan kemauan keras ku. Jika ditanya bagaimana cara ku sukses ? aku sudah mempunyai caranya.


Diakhir kuliah aku akan melamar perkerjaan yaitu Astra Internasional perusahaan besar bertaraf Dunia, jika lulus aku akan meminta rayon Sumatera Selatan harapannya bisa mendatangi Sang Puteri karena waktu itu ingat sekali dia bekerja disalah satu Perusahaan Kecil yang ada kaitannya dengan Astra Motor, Kota dia bekerja dibawah pengawasan Perusahaan tempat Sang Puteri Bekerja. Sebelum semua terwujud ternyata Tuhan berkata lain.


Aku mulai dipertemukan dengan Wanita lain yang menurutku mampu menghapus semua bayang Sang Puteri, rencana ku untuk mendaftar kerja pun menjadi memudar, selain itu ternyata hobby ku menulis bisa menghasilkan uang, Web yang ku buat untuk pertama kali mendapatkan sponsor dari label yang lumayan besar untuk menunjang kehidupan ku. Jika dirata-rata gaji yang ku terima saat itu sama seperti bekerja di perusahaan Astra Internasional.


Niat itu menjadi urung, perlahan tapi pasti bahwa aku mulai melupakan semua mimpi untuk melamar Sang Puteri karena aku sudah menemukan sosok Wanita penggantinya, bahkan sanggup melupakan semua bayang tentang dia dulu. Memang benar kisah yang terjadi kadang tidak sesuai dengan harapan, aku berfikir Wanita pengganti Sang Puteri adalah cinta terakhir ku. Mulai sadar entah mengapa kepada orang yang sangat aku sayang aku tidak memiliki kekutan untuk mengutarakan isi hati termasuk kepada Wanita satu ini.


Kondisi yang sama terjadi pada orang berbeda, kondisi yang sama melupakan masalah lama dengan cara lama dan pada orang yang baru, baru ku sadari bahwa aku memang belum berani mengungkapkan isi hati dan belum sempat waktu itu Wanita yang dimaksud memilih bergaul dan mencari jodoh dengan cara Islam menolak pacaran jika siap langsung lamar menikah ke orang tuanya.


Namun apa daya meski aku sudah melupakan Sang Puteri karena Wanita baru ini, yang terjadi tepat pada hari itu dia tidak memiliki kemampuan menolak baginya keputusan orang tuanya adalah keputusan dia juga meski dia tidak bahagia, asalkan orang tuannya setuju ia akan terima pada keputasan itu. Akhir Wanita itu memilih menikahi dan bahagia dengan Laki-Laki lain. Sedangkan aku untuk kesekian kali belum sempat untuk mengungkapkan perasaan ku Pada Wanita yang sangat ku sayang dan keburu ditinggal menikah.


Kekecewaan itu mengalihkan semua dunia dan permasalahan, tidak ada satu orang pun yang bisa mengobati kekecewaan tersebut, Mengapa Tuhan aku lemah untuk menyatakan Cinta kepada orang yang sangat ku sayangi, padahal bagiku mengungkapkan perasaan bukan masalah sulit sebab daftar list orang yang pernah ku tembak sudah lumayan banyak. Tetapi rasaya aku lemah sekali untuk kesekian kali untuk menyatakan Cinta pada orang yang sangat disayang, dari saat itu aku tidak mau kenal lagi yang namanya Cinta serius karena hal itu

menyakitkan.


Ingat waktu itu keadaan Finansial ku sedikit turun perlu beberapa bulan untuk bangkit dari keterpurakan karena Down oleh masalah tersebut. Sampai pada waktu yang tepat aku harus mencari cara untuk melupakan Wanita tersebut, hal hasil menemukan satu cara, yaitu ada satu orang yang bisa membuatku perlahan melupakan Wanita itu, dengan mulai memikirkan Sang Puteri lagi, dalam hati memaksa diri untuk memikirkan Sang Puteri Lagi.


Sering kali aku larutkan dalam sebuah lamunan, dalam hati aku berkata "Apa kabar ya Sang Puteri sekarang" tetapi aku mulai sadar bahwa Cinta ini tidak lagi sebesar yang dulu karena sadar bahwa aku sudah bisa melupakannya. Aku mulai memaksa diri untuk mencintai dia yang belum tentu mencitai ku, tetapi bagi ku itu sudah lebih dari sekedar cukup. Entah kenapa kebiasaan menulis ku kembali lagi, berharap lagi, mulai memikirkan lagi Sang Puteri.


Tetapi sebelum kegagalan ku menikah, Aku juga mendengar bahwa Sang Puteri akan menikah, memang mungkin hati ini tengah diuji, rasanya berdosa saja untuk kesekian kali memikirkan Calon Istri Orang. Dari kejadian itulah semua perasaan ini hambar bisa dibilang mati rasa sakit hati, untuk satu alasan yaitu orang yang sangat ku Cintai. Kepada mereka bahwa aku menyayangi mereka. Semua sudah terlambat mereka sudah pergi dan menikah dengan orang lain bahkan semuannya.


Sejak hari itu, rasanya aku sudah tidak memiliki hati lagi, semua hal ku pikirkan dengan logika tidak ada perasaan bahkan aku pernah berjanji kepada Alloh tidak akan pernah menangis lagi untuk alasan yang masih bisa diatasi. Entah sampai kapan aku akan seperti ini rasanya sisa hidup ini ku habiskan untuk memikirkan Sang Puteri, Istirahat sebenar lalu aku mulai memikirkan dia lagi, apa seumur hidup ku akan terus memikirkan Sang Puteri meski tidak bisa memiliki.


Tetapi percayalah satu hal, Rencana Alloh jauh lebih indah dan Ia tidak akan menguji HambaNYA diluar batas kemampuannya itu JanjiNYA. Beberapa tahun lamanya setidaknya 7 bulan setelah kabar itu, Aku mendengarkan bahwa ternyata Sang Puteri juga gagal Menikah. Hati ini ingin sekali bahagia ternyata ada harapan untuk ku kembali mengungkapkan perasaan ini, dalam hati aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan agar bisa mengkapkan perasaan ku, kali ini tidak akan ku biarkan kesempatan bagus ini, tetapi untuk senang rasanya tidak pantas karena orang yang sangat aku sayangi disakiti oleh Laki-Laki lain.


Dalam hati aku merasakan merahan "Jika Laki-Laki itu menyakiti Dia yang sangat ku sayang aku tidak pernah akan Ikhlas karena disini aku siap untuk membuat Dia bahagia Jika Laki-Laki itu tidak mampu melakukannya, jangan pernah sakiti Dia ada banyak sekali orang yang berharap diposisi bersama itu termasuk aku". Ingat waktu itu adalah tanggal 8 Agustus 2014 tidak terasa aku melewat sebanyak sepuluh kali hanya dilewati untuk memikirkan Sang Puteri lagi. Tetapi pada tanggal yang sama itulah aku mulai menemukan kabar yang tidak mengenakan tentang Sang Puteri, Tetapi hati ini tidak pernah percaya meski itu terjadi. Awal tahun 2015 aku mulai kembali mencari kabar Sang Puteri dan mencari kebenaran hal itu.


Tahukah apa kabar yang ku dengar tentang Sang Puteri "Bahwa dia yang Dulu Telah Meninggal Dunia". Rasanya tidak ingin percaya sambil berkata dalam hati bahwa semua itu tidak benar, hati ini menolak untuk semua berita tetangnya. Sampai pada waktu tiba bulan 14 Juni 2015 aku mendapatkan kepastian bahwa dia yang dulu memang sudah benar-benar pergi untuk selamanya. Padahal aku sangat amat menyayangi dia.


Percaya atau tidak setiap hari dari tanggal 14 Juni 2015 sampai dengan 8 Agusutus 2015 tanpa sadar air mata itu menetes setiap pagi saat aku bangun tidur. Seandanya dulu aku berani mengungkapkan isi hati ini pasti tidak akan jadi seperti ini, Mungkin sudah menjadi takdir hidup ku mencintai Sang Puteri yang dulu tanpa dicintai dia sampai ia telah tiada lagi. Jika aku diberikan kesempatan untuk mengulang waktu 2010 silam ingat saat itu kami sedang ujian nasional sebenarnya aku memiliki kesempatan untuk mengungkapkan isi hati ini kepada Sang Puteri.


Kami sempat jalan berdua menggunakan sepeda motor diatas motor ia menyandarkan kepalanya bahu ku, tanpa disadari aku beranikan diri untuk mencium pipinya, tetapi hanya sekali itu saja setela itu kami sempat dekat mulai telponan, mengambil air, sholat berjamaan sama-sama dirumah yang berdekatan tetapi alangkah bodohnya aku masih tidak berani mengungkapkan isi hati ini dan menyimpannya menjadi sebuah penyesalan yang tidak akan pernah dilupakan sampai kapan pun. 


Tapi aku sudah terjebak dikondisi "Fren Zone" bahwa dimana ikatan persahabatan jauh lebih penting dan menyampingkan semua perasaan Cinta atau sejenisnya, karena itu akan menjadi perusak sebuah hubungan persahabatan, itu tidak diinginkan sebagai seorang sahabat yang takut kecewa dan dikecewakan bagi ku Persahabatan jauh lebih penting dari sedekar pacaran. Aku memilih dia menjadi sahabat ku karena persahabatan tidak akan mudah putus, sedangkan pacaran sehari saja bisa seleksai meski alasan tidak nyaman.


Tanggal 20 Januari 2014 aku mendengarkan kabar bahwa Sang Puteri yang dulu telah pergi untuk selama-lamannya, bahkan selama 10 tahun lamanya aku menyimpan rasa ini agar suatu saat nanti bisa mengungkapkan perasaan meski aku tidak pengharapkan lebih. Kini menjadi sebuah penyesalan yang sangat amat terdalam. Padahal aku merasa bahwa sekarang waktu yang tepat untuk ku mengungkapkan semua perasaan ini.


Menurutku aku sudah pantas untuknya dengan membawa segenggap keseksesan untuk bisa dinikmati bersama, meski aku dulu tidak pantas untuknya sekarang aku merasa sangat pantas untuk bisa membahagiakannya tetapi hal itu percuma karena dia sudah pergi "Kalau sejak dulu aku menggungkapkan perasaan ini kira-kira dia marah ngak ya" Jika Dia yang dulu masih hidup apakah dia akan menerima cinta ku, seandainnya aku ungkapkan perasaan ku Padanya sekarang.


Tuhan alangkah bodohnya aku, mengapa tidak dari dulu aku ungkapkan perasaan itu meski dia sudah tahu sejak sebelum pergi tentang perasaan dari tulisan ku, tetapi kami tidak pernah punya kesempatan untuk bertemu. Sang Puteri yang dulu kini sudah pergi untuk selama-lamannya, Mungkin ada benarnya bahwa cinta tidak harus memiliki dari dekat, cukup dari jauh saja, bagi ku pernah Mencintai dan Menyayangi dia saja lebih dari cukup meski tidak memiliki dan tidak akan pernah memiliki Cinta Sang Puteri yang dulu. Semua memang tinggal kenangan yang terindah, yang tersisa adalah penyesalan. Aku tetap menyayangi mu meski engaku telah pergi selamannya terima kasih sudah mengizinkan ku untuk mencintai mu.



Masa lalu adalah masa lalu meski indah ia tetaplah sesuatu yang harus dilalui, begitu juga masa sekarang meski menyiksa harus bisa dilewati agar bisa menjadi Masa Lalu yang Indah, ada harapan baru dimasa depan karena Rencana Alloh akan lebih Indah, Dia Maha Mengetahui segalannya. Aku lebih bahagia jika dia diambil orang dari pada dia diambil Alloh. Jika diambil orang setidaknya masih bisa melihatnya dari kejauhan meski tidak bisa memiliki, tetapi jika diambil oleh Mu Ya Rob untuk sekedar melihatnya saja aku tidak bisa lagi. Setidaknya bahwa aku pernah menyimpan perasaan ini untuknya dan itu bagi ku lebih dari cukup, mungkin perasaan ini akan kubawa juga sampai aku Mati ketika aku juga pergi semoga kisah ini dapat memberikan Inspirasi dan pelajaran jangan sampai kesalahan bodoh seperti itu terjadi pada orang lain.


8 Agustus 2015 tepat pada hari ini saat aku menulis semua kisah ini, sejak puluhan tahun lalu yang ku tahu hari ini adalah ulang tahunnya padahal sebenarnya dia ulang tahun tanggal 03 Agustus. Tetapi aku ingin mengingat hari ini saja yang menjadi ulang tahunnya, yang tersisa adalah Sang Puteri yang sekarang, karena bagi ku yang dulu sudah pergi untuk selamanya. Aku memiliki kesempatan untuk mencintai orang yang sama dikondisi yang berbeda meski rasa itu tidak sebesar dulu tetapi aku tidak ingin Alloh mengambil Dia lagi, cukup sekali saja.


Akan ku gunakan kesempatan ini tanpa menyia-nyiakannya sedikit pun, untuk membahagiakannya, menikahinya, tidak membiarkan Dia sedih lagi, Gemuk bersama, melihat anak tumbuh besar dan Bersama sampai tua nanti. Tetapi untuk bisa mencintai Dia yang sekarang aku butuh waktu dan terus belajar. Satu hal yang pasti aku sangat takut kehilangan Sang Puteri karena Alloh mengambilnya dari Ku karena aku lupa mensyukuri Nikmat itu. Terima kasih Ya Rob atas Luka, Luka dan Luka itu. Aku akan mencoba untuk mencintai Dia seperti dulu lagi. Maaf aku belum bisa memberikan sepenuhnya perasaan ini untuk mu dan akan terus belajar jatuh cinta, lagi, lagi, lagi dan lagi pada orang yang sama berulang kali. I Love You So Much Beb.


Raksasa Dari Jogja


Pertama-tama aku mau ngucapin makasih sama Rahib BBI (udah pada tau dong siapa? hehe) yang udah ngasih buku ini ke aku (oh iya, makasih juga random.org!). tanpa mengurangi rasa hormat ke siapaun, aku bakal mereview buku ini sejujur-jujurnya (baca: sesadis-sadisnya).

Sebelum ngereview buku ini, aku search di Goodreads dulu mengenai rate buku ini. Aku pengen tahu aja gimana penilaian orang yang udah pada baca. Apakah sama dengan pandangan aku atau nggak. Dan ternyata, sama loh! Banyak yang hanya me-rate 2 bintang, bahkan yang rate 1 bintang pun ada. Dan banyak! Ada 1-2 orang yang me-rate bintang 4. Entah apa alasannya me-rate 4. Well, itu selera sih. Tapi, ketika membaca penilaian orang lain di Goodreads itu, aku jadi sedikit lega ternyata nggak Cuma aku yang sesadis itu me-rate 2 bintang. Muhehe. *kibarkan bendera YNWA*

Dari review orang-orang di Goodreads pun aku jadi tahu kalo ternyata si penulis adalah selebtweet. “Jiyah. Pantesan!” Begitu gumamku saat mengetahui kalau Dwitasari ini seorang selebtweet. Bukan underestimate atau apa yah. Belakangan ini kan banyak fenomena buku terbit hanya karena lantaran si penulis itu selebtweet. Yang kebanyakan kita tahu seperti apa UMUMNYA kualitas buku karya selebtweet itu. Aku pernah membaca beberapa buku punya selebtweet.

Penilaian aku rata-rata sama. Well, jam terbang memang nggak bisa dibohongi sih. Sangat disayangkan, padahal Dwita ini mahasiswi jurusan sastra Indonesia UI loh (eh, jaminan gak sih? Gak ya kayaknya). Hehe.

Udah ya. Itu anggap aja pembukaan atau behind the scene. Sekarang mari kita masuk ke review yang sesungguhnya. *tsaaahhh bahasa gue*

Disclaimer : aku nggak akan cerita panjang lebar soal synopsis buku ini. Karena jalan ceritanya terlalu biasa dengan konflik yang biasa pula.

Ceritanya tentang seorang cewek bernama Bianca lulusan SMA yang memutuskan untuk kuliah di Jogja. Bianca ini nggak percaya dengan yang namanya cinta. Ia benci jatuh cinta. Karena menurut dia, yang namanya “jatuh” itu ya sakit. Bapaknya melakukan KDRT terhadap dirinya dan mamanya, sahabatnya mengambil cowok yang disukainya, hal-hal itu membuatnya tidak percaya cinta. Sampai suatu hari di Jogja ia bertemu dengan seorang cowok yang mengasihinya dengan lembut. Bianca mulai membuka hatinya untuk cinta. Namun ternyata cowok itu punya masa lalu yang misterius yang lagi-lagi membuat Bianca terluka dan semakin tidak percaya cinta.

Kesan pertama baca buku ini… mmm keren! Kavernya keren, desain interior bukunya keren, nama tokoh-tokohnya keren. Dan ada sedikit ilustrasi di kop judul setiap bab yang menambah keren. Pokoknya menurut saya ini kaver anak muda banget deh. 1 bintang deh untuk kaver dan fisiknya. Oh iya, plus ada bonus bookmark berbentuk hati yang cukup bagus juga menurutku.

Hal paling menonjol yang aku rasakan saat baca buku ini yaitu logic check di buku ini tuh kayaknya nggak ada deh. Aku jadi bingung sendiri. Buku ini t uh punya editor nggak sih? Di halaman depan sih tertulis siapa “Pemeriksa Aksara”, tapi melihat banyaknya typo yang bukan sekedar typo, bikin aku merasa buku ini pasti nggak melalui proses pengeditan yang baik. Banyak banget hal-hal yang di luar logika menurutku.

Pertama, Bianca ini kan tadinya tinggal sama ortunya. Mamanya setiap hari harus jadi korban kemarahan papanya. Bianca yang menyaksikan itu setiap hari pasti tau gimana menderitanya sang mama karena gak jarang dirinya juga suka jadi sasaran kemarahan papanya. Di halaman awal Bianca terlihat nggak mau pisah dari mamanya. Akan selalu melindungi mama dan lain sebagainya. Eh tapi kok bisa-bisanya dia pas tau pengumuman keterima di kuliah di Jogja teriak seneng banget. Begitu tinggal di Jogja juga dia jarang menelepon mamanya. Maksud aku, aduuuh, kok tega sih ninggalin mamanya sendirian di rumah? Entah ya, kalau aku jadi Bianca, aku pasti gak akan ninggalin mamaku sendirian dengan papa yang temperamen kayak gitu. Plus, Bianca punya adek yang tinggal sama neneknya. Ya masak gak pernah nanya kabar adeknya barang sekali-dua kali. Egois banget.

Kedua, masih soal mamanya. Waktu ditinggal Bianca ke Jogja, mamanya itu bilang masih mau mempertahankan keluarganya. Mama gak mau cerai dari papa. Mama gak akan minta cerai dari papa. Dari sini tuh aku merasa mamanya ini udah cinta banget sama papanya. Um, oke. Wajar. Tapi pas jalan cerita berangsur-angsur maju, mamanya ini plin plan abis. Dia menelepon Bianca meraung-raung katanya udah gak tahan dengan semua ini. Laaahhh… (aku sampe komen : rasalin lo ma!) um, oke deh. Masih maklum. Mungkin mamanya baru sadar kalau papanya itu jahat. Tapi gak berapa lama setelah itu, mamanya labil lagi. Bilang masih sayang sama papa lah atau apalah. Adoooh… Arrrgh! (garuk-garuk dasar laut jawa)

Ketiga, sosok Kevin, sepupu Bianca yang udah deket banget dari kecil. Aduuuh speechless deh sama cara penulis menggambarkan tokoh yang satu ini. Di mata aku, sosok Kevin itu banci dan childish abis. Si Biancanya juga lebay maksimal. Menurut aku, penulis gagal membangun karakter yang ia mau. Seharusnya mungkin Bianca diciptakan sebagai cewek yang dingin dan cuek karena latar belakangnya yang membenci cinta. Tapi di sini, sosok Bianca yang aku dapet malah kekanak-kanakan dan manja. Aku juga melihat Kevin itu sebagai cowok yang sakit jiwa. Cemburuan nggak jelas, padahal bukan pacar Bianca. Sorry to say.

Keempat, hubungan antara Bianca dan Letisha (sahabat baiknya). Aduh ini udah seaneh-anehnya dari yang paling aneh di buku ini. Jadi ada satu setting cerita, di kamar Bianca. Pokoknya mereka lagi membicarakan cowok. Nah, tiba-tiba di Bianca nanya pendapat Letisha soal Joshua. Lethisa ini jawabnya lancer banget. Bianca mikir si Letisha ini suka sama Joshua. Dan bener aja, gak berapa lama, Letisha dan Joshua akhirnya jadian. Terus si Bianca marah. Berpikiran kalau Lethisha nusuk dia dari belakang. Lah? Sumpah bingung aku. Bianca sendiri nggak pernah bilang kalau dia suka Joshua kok. Antara Bianca dan Joshua juga ga pernah ada apa-apa. Malah si Letisha ini sampai dibilang Jalang dan brengsek segala. Jangan salahin Letisha dong. Wong Bianca aja gak pernah ngomong dia suka sama Joshua kok. Aduuuh, lama-lama aku sakit jiwa baca buku ini. Aneh abis. Coba seandainya penulis lebih mengeksplor gimana perasaan Bianca ke Joshua dan gimana hubungan mereka bertiga sebenernya.

Hubungan antara Bianca dan Vanessa, teman sekamarnya waktu ada camp di awal perkuliahan. Kok bisa sih Vanessa ini manggil Bianca dengan sebutan “Mbak”. Padahal kan jelas mereka satu angkatan. Lha wong diospek bareng-bareng gitu loh. Dan Bianca ini judes banget. Sempet negative thinking sama Vanessa. Ga penting banget pokoknya penggambaran sikapnya itu. Pointless. Terus ya bisa-bisanya tau-tau si Bianca manggil Vanessa dengan “Nessa”. Kalau aku ya, aku pasti bakal nanya dulu biasa dipanggil apa. Gak asal sebut nama panggilan aja. Proses-proses kecil kayak gItu yang kurang dijabarkan sama penulis. Yang bikin cerita jadi kurang logis. *abaikan*

Kelima, karena penulis mahasiswi sastra, maka gak heran kalau bahasa yang digunakan di buku ini termasuk nyastra dan indah. Cuma kok yah, jadi terkesan maksa pengen setiap kata jadi indah, alhasil malah jadi annoying buat pembacanya dan terkesan lebay. Coba seandainya sesekali aja penulis menulis sesuatu sastra yang indah itu. Pasti lebih ngena dan berkesan dibanding harus “maksa” nulis di setiap kalimat. Ini bukan buku kumpulan puisi kan?

Keenam, cerita ini terkesan kayak penyanyi yang nyanyi terburu-buru gak sesuai tempo dengan maksud supaya lagunya cepat selesai. Yah, jadinya gitu. Gak dapet emosinya. Datar aja sepanjang baca. Kurang detail gimana awalnya si cowok yang di Jogjabisa naksir sama Bianca, terus kenapa Bianca bisa suka sama Joshua (gebetan jaman SMAnya dulu). Padahal mungkin kalau mau didetail soal itu, bisa jadi sedikit lebih menarik (mungkin) ceritanya.

Ketujuh, (wew banyak amat udah tujuh aja) *elap keringet di dahi*. Aku terganggu dengan kesalahan penggunaan tanda baca. Entah salah, entah gak dan atau kurang tepat ya. Seharusnya ada tanda Tanya, malah jadi tanda titik aja. Yang seharusnya tanda titik, malah jadi tanda seru. Hal-hal kayak gini bukan sepele loh. Karena itu sedikit banyak mempengaruhi imajinasi pembaca dalam menginterpretasikan emosi tokoh-tokohnya. Kemudian pada saat dialog. Sering hanya ditulis begini doang :



“Aku udah lakuin itu, Nessa.”
“Kamu harus tetap berjalan.”
“Enggak peduli hasilnya gimana?”
“Enggak peduli hasilnya gimana!”
“Capek kalau hasilnya nggak berkembang, Nes”
“Lebih capek lagi kalau jalan di tempat.”



Aduh, bahasa chatting banget gak sih? Daripada ngerepotin pakai tanda “petik” segala, mending ditulis gini aja.



Bianca : Aku udah lakuin itu, Nessa
Nessa : Kamu harus tetap berjalan
Bianca : Enggak peduli hasilnya gimana?
Nessa : Enggak peduli hasilnya gimana!



See? Toh sama-sama aja. Kelihatannya sepi malah kalau ditulis pakai tanda kutip begitu. Kayak kehabisan kata-kata mau dikasih embel-embel apa setelah tanda kutip. Biasanya kan “Ia berkata” atau “katanya”. Dan itu hampir di setiap dialog. Entah malas, entah miskin. Hhh!
Juga ketidakkonsistenan adanya footnote. Setting di jogja membuat dialog dalam buku ini sedikit mengandung bahasa daerah. Di awal-awal, disertakan footnote yang penulisannya agak gak biasa.



1. Bahasa jawa: sendhiko dalam bahasa Indonesia berarti bersedia
1. Bahasa Jawa : lali nek dalam bahasa Indonesia berarti lupa kalau
2. Bahasa jawa : piye dalam bahasa Indonesia berarti bagaimana



Nyeh. Capek gak sih bacanya? Lebih praktis kalau tinggal nulis aja langsung

1. Bersedia
1. Lupa kalau
2. Bagaimana


Entah apa itu justru penulisan footnote yang bener apa gimana, yang jelas baru kali ini aku baca footnote yang se-“menggurui” itu. Plus ga konsisten. Ke halaman belakang dan makin ke belakang, ada dialog yang pakai bahasa jawa juga tapi aku ga menemukan footnote halaman itu. Sangat disayangkan ada kata-kata “Asu” dalam dialog tapi gak ditulis di footnote apa artinya. Hehehe. Itu juga typo tuh nulis footnotenya. Udah footnote 1, kok nomor 1 lagi. Editornya manaaaaaaa???!!!

Dah ah, cuapek. Btw. Ini review terpanjang dalam sejarah yang pernah aku buat. Hahaha. Emang yah orang tuh kalo caci maki emang paling jago deh. Muhahaha!

Novel ini kalau dibaca pada waktu aku umur 15-16 mungkin akan aku bilang bagus yah. Tapi di umur yang sudah tidak lagi muda ini, agak nyesel juga baca buku ini. Malah jadi nyinyir. Hahahay!

At the end, tetep sih aku kasih 2 dari 5 bintang untuk kavernya yang oke dan penggunaan kata-kata yang puitis. Tapi inget, puitis kalo terlalu banyak, jatohnya malah jadi norak. Emang kan, yang serba “terlalu” itu nggak baik.

Demikianlah Sedikit Contoh Novel Cinta dari Berbagai sumber, Mudah-mudahan anda semuanya menikmati dan terhibur. Terimakasih 

Hukum Seputar Imunisasi/Vaksin (Bayi)

Imunisasi. Sahabat Warna kali ini admin akan sedikit berbagi informasi mengani sesuatu yang cukup rame di perbincangkan yaitu dimasyarakat terutama muslim mengenai "imunisasi Bayi / vaksin" admin tertarik mengangkat tema tersebut karena banyak sekali orang yang bertanya-tanya apakah boleh atau tidak dalam hukum islam menggunakan atau memakai hal tersebut. Sebelum kepada masalah hukum alangkah baiknya kita tahu apa yang dimaksud dengan imanusia/vaksin. Vaksinasi disebut juga imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut. Kata vaksinasi berasal dari bahasa Latin vacca yang berarti sapi - diistilahkan demikian karena vaksin pertama berasal dari virus yang menginfeksi sapi (cacar sapi).  
Pada tahun 2014, program imunisasi di Indonesia hanya mencakup 86,8 persen atau di bawah target, yakni 90 persen. Semakin ke desa atau daerah di luar Jakarta cakupannya berkurang, misalnya vaksinasi DPT tahun 2013 di Provinsi Sumatera Barat hanya 60,2 persen, di Aceh 52,9 persen dan di Papua 40,8 persen. Hal ini menimbulkan 'outbreak' pada tahun 2015 dengan penderita terduga infeksi Dipteri sebanyak 62 orang (termasuk 2 orang meninggal) di Sumatera Barat dan 16 orang terinfeksi Dipteri (termasuk 2 orang meninggal) di Aceh. (wikipedia.com). 
Mungkin sedikitnya ada gambaran tentang imunisasi / vaksin, untuk meredakan kehawatiran bagi masyarakat khususnya Muslim tentang hukum imunisasi/vaksin, tentu persoalan tersebut harus bener clear di bahas. ada sebagian yang mengharamkan ada juga yang membolehkan, dengan berbagai argumentasi yang cukup mumpuni. untuk persoalan tersebut sengaja admin mengangkat tulisan Ustadz KH. Wawan Shofwan mengenai Hukum Seputar Imunisasi dan Vaskinasi (vaksin). Berikut pembahasannya :


Hukum Seputar Imunisasi/Vaksinasi

PERTANYAAN : bismillahhirrahmanirrahim, Ustadz saya mau bertanya,: Apa hukum imunisasi/vaksinasi dalam pandangan Islam? Karena ada yang menerangkan bahwa vaksin itu dibuat dengan bahan yang haram. Misal pangkreas babi, ginjal kera, sel kanker manusia. Dsb. Jazakalloh khoiron –
JAWABAN :

Petanyaan ini seolah hanya satu pertanyaan, karena tentang vaksinasi atau imunisasi. Akan tetapi dari masalah ini mencakup pekerjaan pembuatan vaksin, sejak dari penelitian bahan baku, media yang digunakan, bahkan sampai proses pembuatanya.

Ada dalil-dalil dasar yang menjadi sebab munculnya pertanyaan ini yakni:


وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي ءَادَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً.

Sesungguhnya telah Kami muliakan anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki yang baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. Q.s.17/ Al-Isra:70


تَدَاوَوْا عِبَادَ اللهِ فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ مَعَهُ شِفَاءً إِلاَّ الْمَوْتَ وَالْهَرَمَ

Wahai hamba Allah berobatlah, karena sesungguhnya Allah swt tidak menurunkan suatu penyakit pun kecuali ia telah menciptakan penyembuhnya selain kematian dan ketuaan. H.r, Ahmad :17726 Musnad al-Imam Ahmad VII:301 No:4267


قَالَ رَسُولُ اللهِ r إِنَّ اللهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ – رواه أبو داود -

Dari Abu Darda, ia berkata, “Sungguh Allah menurunkan penyakit itu beserta obatnya dan Allah menjadikan obat bagi setiap penyakit. Oleh Karena itu, berobatlah kalian dan jangan berobat dengan yang haram. H.r. Abu Daud, IV : 6.


أَنَّ رَسُولَ اللهِ r قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ

Bahwasannya Rasulullah saw. Bersabda,”Sesunggunya darah,harta, dan kehormatan kamu haram atas kamu”Sahih Al-Bukhari, I : 71,no.67


إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَإِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesuatu yang diperbolehkan karena terpaksa, adalah menurut kadar halangannya.apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Q.s. 16/An-Nahl:115


الضَّرُوْرَةُ تُبِيْحُ الْمَحْظُوْرَاتِ

Keadaan darurat itu membolehkan hal-hal yang dilarang,
Kekhawatiran akan menggunakan barang atau cara yang haram dalam menjaga kesehatan atau mengobati penyakit menjadi sebab kahati-hatian yang wajib dipelihara. Akan tetapi kebutuhan akan kesehatan dan tindakan medis antuk memeliharanya merupakan bagian dari dharuriyatul insan yang wajib terpenuhi. Selanjutnya denga amat sederhana kami jelaskan sedikit mengenai poin-poin yang terkandung dalam pertanyaan.
  1. Penggunaan ginjal kera, maksudnya adalah menggunakan ginjal bayi kera kera yang masih hiup sebagai sawah ladang sekaligus makanan bagi umpamanya virus polio. Jenis virus ini hanya bisa hidup dan bertumbuhkembang pada ginjal yang masih hidup. selanjutnya kera itu mati setelah dimbil ginjalnya dan injaya senddiri tetap hidup. Selanjutnya virus itu dipanen diolah dengan menggunakan media tertentu dan dicampur dengan bahan baku lainnya sehingga menjadi vaksin. Jadi, pada kasus ini tidaklah menjadi masalah karena ginjal kera menjadi media atau makanan bakteri atau kuman itu tidak terkena hukum haram. Lalu vaksin yang diantara bahan bakunya bakteri atau kuman yang diinjeksikan ke dalam tubuh manusia hukumnya mubah.
  2. Pankreas babi digunakan untuk diambil enzimnya. Enzim TRIPSIN yang spesifik memotong protein tertentu yang diperlukan dalam pemisahannya dari bahan lain yang tidak diperlukan. Maka sejak akhir tahun 2008 enzim babi ini telah tidak digunakan lagi sebagai katalisator, karena telah berhasil menggunakan katalisator lain yang bukan dari binatang itu, jadi vaksin meningitis yang digunakan sejak akhir tahun 2008 itu telah terbebas dari penggunaan unsur babi pada proses pembuatannya. Jadi, dapat dikatakan bahwa vaksin unpamanya “meningitis” yang sekarang beredar itu merupakan cucu buyut yang telah diproduksi tampa menggunakan enzim babi lagi. Berbeda dengan ketika awal pembuatannya. Jadi, vaksin seperti ini wak. Maka waktu diinjeksikan diinjeksikan sudah merupakan produk turunan yang sudah bercampur dengan barang haram. Maka dapat disimpulkan bahwa vaksin jenis ini boleh digunakan. Dan perlu dikeahui bahwa vaksin itu hanya dilakukan dalam keadaan yang amat sangat dibutuhkan.
  3. Sel Kanker manusia. Pada dasarnya belum didapatkan vaksin yang diambil dari sel kanker manusia untuk mengobati kanker itu sendiri. Hal itu masil dalam penelitian yang bisa jadi berhasil atau tidak. Akan tetapi yang jelas kanker manusia ini melihat pertumbuhkembangannya yang begitu cepat dapat dikembangbiakan dengan cepat. Hanya saja perlu dilakukan penelitian yang berkelanjutan untuk sampai mendapatkan anti bagi kenker manusia yang sedang bertumbuhkembang di dalam tubuh manusia itu sendiri. Dan jika hal itu terwujud, yaitu anti pertumbuhkembangan kanker pada tubuh manusia apalagi dapat mematikan kanker pada tubuh manusia, maka jelas hukumnya boleh dimanfaatkan. Penelitian sel kanker ini dilakukan karena terapi bagi penyakit kanker yang sekarang berkembang masih terlalu besar resikonya bagi pasien. Wallohu a’lam bish-shawab.

Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa umat Islam memang seharusnya apik dalam usaha mereka menjaga kesehatan dan melakukan upaya penyembuhan dari keluhan pisik yang dialami. Diharapkan pula setiap pelaku yang berkaitan dengan kebutuhan kaum muslimin dalam memelihara kesehatan dan mengobati penyakit agar memperhatikan kebutuhan kaum muslimin terhadap hukum halal dan haram. Biasanya vaksinasi itu tidak akan dilakukan kecuali dalam keadaan sudah amat sangat dibutuhkan. Dan jika vaksinasi itu sudah merupakan hajatul insan atau hajatul ‘amah untuk memelihara dan memulihkan kesehatan. Maka yang haram pun menjadi boleh. oleh:
Ustadz KH. Wawan Shofwan

Demikianlah Informasi mengenai Hukum Seputar Imunisasi / Vaksin (bayi) mudah-mudahan bermanfaat buat kita semuanya sekaligus menambah wawasan kelimuan yang kita miliki. terimakasih

contoh recount text holiday beserta artinya

Recount Text - Sahabat Warna kali ini admin akan sedikit berbagi informasi mengenai contoh recount text holiday. Recount Text adalah salah satu jenis text dalam bahasa Inggris yang menceritakan kembali tentang kejadian-kejadian atau pengalaman-pengalaman di masa lampau. Tujuan dari Recount Text adalah untuk memberikan informasi atau untuk menghibur pembaca sehingga tidak terdapat konflik.

Macam-macam Recount Text :
a. Personal Recount
Yaitu menceritakan tentang pengalaman pribadi penulis

b. Factual Recount
Yaitu laporan peristiwa yang benar-benar terjadi, seperti laporan percobaan ilmu pengetahuan, laporan kepolisian.

c. Imaginative
Yaitu membuat cerita imaginative lalu menuliskan peristiwa atau kejadian yang telah terjadi.

Struktur  Recount Text adalah sebagai berikut :

a. Orientation
Yaitu pengenalan berupa memberikan informasi tentang siapa, dimana dan kapan peristiwa atau kejadian itu terjadi di masa lampau.

b. Events
Yaitu merupakan rekaman peristiwa yang terjadi, biasanya disampaikan dalam urutan kronologis, seperti : "In the first day... . And in the next day... . And in the last day... ." Pada bagian ini terdapat juga komentar pribadi tentang peristiwa atau kejadian yang diceritakan.

c. Reorientation
Yaitu pengulangan pengenalan yang ada di orientation, pengulangan tentang rangkuman peristiwa atau kejadian yang diceritakan.

Ciri Kebahasaan Recount Text
Pada saat membaca Recount Text, akan ditemukan ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut :
a. Menggunakan kalimat dalam bentuk  Past Tense.
   Contoh : We went to Bandung last year, I was very happy.
b. Menggunakan Action Verbs.
    Contoh : went, bought, wrote, slept, dll.
c. Menggunakan Adverbs and Adverbial Phrase untuk mengungkapkan waktu, tempat dan cara.
    Contoh : yesterday, at school, quickly, dll.
d. Menggunakan Conjunction dan Time Connectives untuk mengurutkan peristiwa atau kejadian.
    Contoh : but, and, after that, dll.

4. Contoh Recount Text
Orientation
I spent my holiday in Jogjakarta last year. I went to Prambanan Temple with my family early in the morning.

Events
We went to Prambanan Temple by bus and arrived at 01.00 in the afternoon. I saw many foreign tourists there. I spoke English with them. Their name are Andrew and Peter. They were very friendly. They came from New York. Prambanan Temple was crowded in holiday. We went back at 07.00 in the evening.

Reorientation
It was a very interesting holiday.

Berikut ini akan dijelaskan secara sederhana tentang structure dari recount text

Orientation:-pada paragraf pertama dikenal dengan orientation atau perkenalan,dalam memeperkenalkan cerita,kita perlu memeperkenalkan(who,where and when).who adalah siapa tokoh dalam cerita tersebut?where adalah dimana peristiwa tersebut terjadi?.dan when adalah kapan cerita tersebut.triple w ini yang akan kita perkenalkan dalam paragraf pertama atau disebut orientation.
sequence of event:-setelah perkenalan,baru kita akan menceritakan rangkaian peristiwa yang terejadi selama kita berlibur.perlu diperhatikan,dalam menyusun rangakaian peristiwa ini harus sesuai dengan urutan waktu kejadian.misalnya kita berlibur selama satu minggu dan di mulai pada hari minggu,jadi alur ceritannya berurutan dari hari minggu,senin, selasa dst.dan tentunya kalian boleh menceritakan kejadian-kejadian yang kalian anggap penting,bisa berupa pengalaman lucu,menyenangkan,menyedihkan dan lain-lain,intinya adalah sesuai dengan kreatifitas kalian.
Re-orientation:-paragraf yang satu ini hanyalah tambahan,jadi kalian boleh mencantumkannya atau tidak.dalam re-orientation isinya hanyalah sebuah penutup dari cerita,bisa jadi berupa pendapat kalian tentang liburan,apakah menyenangkan,menyedihkan,lucu,dll.ungkapkan apa yang kalian rasakan dalam liburan itu.
A. Contoh recount tekt tentang liburan


1.Holiday in kuta bali
Orientation:
my friends and i decided to visit bali on our school holiday last month.there were a lot of places to see in there.because we never went to bali before,we joined the thours to see as much as posible.my friends and i stayed in one of hotel in kuta on arrifal.


Sequence of events:
in kuta beach,we spent our two days by surfing and swimming.pato,one of my friend tried to sunbathe as if he were a foreigner.we really enjoyed our time there.on the next day,we were ready to visit the other place listed by the tour guide.the first place we visited was singaraja.singaraja is a city of about 95 thousands people.it is a busy citi but quiet town.the street are lined with trees and there are lot of old dutch houses.we learnt about history of singaraja there.


Re-orientation:
our holiday ended very quickly.beside visiting some places,all our days were spent on the beach.we went sailing or surfboarding every day.we really enjoyed our holiday in bali.


2. Holiday in semirang waterfall


On sunday,i and my best friend,anti,visited semirang waterfall in ungaran.it was the first time for me to visit the waterfall.when we arrived at the hill,I felt so fresh and I could enjoy the scene.


the air was so pure and all I could see only green and green.in ungaran,we took a little bit trekking to find semirang waterfall.It was too bad for me because the distance to see the waterfall was too far.after taking so far distance,we found semirang waterfall.what a beautiful waterfall.


we enjoyed the nice water in the rain forest surrounding the waterfall.hearing the sound of falling water made me peace and relax.it was also excellent drowning out background sound.playing with the water made me fell so happy.finally,the time was over.it was time for us to go home.it was an unforgetable moment.i really enjiyed it.






B. Contoh recount text tentang diary


1.My first experience to ride motorcycle


One day,when i was ten years old,my father bought an old motorcycle.that was "honda 75".think it was small light object and easy to ride it.i persuased my father to teach me to ride "honda 75".firstly,my father refused my request and promise that he would teach me to or three yaears later,but i still whimpered.finally,my father surrended and promise to teach me.He began to teach me riding the motorcycle a round a field in my village.my father was very patient to give me some direction.i was very happy when i realized my ability to ride a motorcycle."yes i can"


one day later,when i was alone at home, i intended to try my riding ability,so,my self tried bravely.all ran fluently in the begining,but when i was going back to my home and i passed through a narrow slippery street,i got nervous.i lost my control and i fell to the ditch.


after that,i told my father about the last accident.i imagined my father would be angry and never let me ride again.but the reality is exactly on the contrary,my father was very proud of me.he just gve me some advices and since that accident,i got my father's permision to ride motorcycle.


orientation:
who: i and my father
when: when i was ten years
what happen:my father bought motorcycle and my father promised to teach me riding.


sequence of event:
my father taught me riding motorcycle--> i could ride,finally-->one day later,i tried riding motorcycle alone-->i fell to the ditch.


Re-orientation:
last paragrap


C. AUTOBIOGRAFI


1. Autobiografi albert enstein


Albert enstein which is considered as the greatest scientist of the 20th century was born from a jewish family in Ulm,wurttemberg,germany on march 14,1879.his father is hermann einstein and his mother is paulina koch.in his childhood,enstein was not like to socilaize with his friend and he was considered as a stupid boy.although considered as stupid boy,he loved mathematics and physics.when he was 5 years,einstein was school in catolic elementary school for three years.then the continued his study at luitpold gymnasium for junior and senior secondary education when he was 8 years old.then enstein went to high school at the age of 21 years at the ETH (Technische Eidgenoessische Hochscule).


Alber enstein got his a doctorate in 1905 after completing his dissertation,entitled"Eine Neune Bestimmung der molecule dimension" at the university of zurich.then he got the title of profesor in 1909.Alber enstein found theory of relativity which becomes inspiration for scientis after him.from thr result of his reseach,he introduced a formula E=MC2 that is famous in the word .then in 1921 enstein was awarded the nobel prize for his theories.


in 1933 enstein migrated along with his whole family to america because of nazy in germany.enstein worked at princeton univercity and obtained officila citizenship in 1940.alber enstein felt sad when his work is used to make bomb that destroyed Hiroshima and Nagasaki city by the americans.einstein closed his age on april 18,1955 at the age of 76 years at princeton hospital.he leaves a great work for the development of knowledge.


Camping Last weekend, my friends and I went camping. We reached the camping ground after we walked for about one and a half hour from the parking lot. We built the camp next to a small river. It was getting darker and colder, so we built a fire camp.

The next day, we spent our time observing plantation and insects while the girls were preparing meals. In the afternoon we went to the river and caught some fish for supper. At night, we held a fire camp night. We sang, danced, read poetry, played magic tricks, and even some of us performed a standing comedy.

On Monday, we packed our bags and got ready to go home.

Visit Mount Ciremai
last weekend, my family and me went for a holiday, the goal of the tourist attractions in Mount Ciremai, our family is really like when on vacation to the mountains, after me and my family was getting ready we immediately take a trip to get there by car.

after a few hours, we finally got there, I immediately felt happy family, the parents we see the beautiful scenery, and adiku play games in Swift, there is very cool air once, and do not forget we also take pictures.

after we are satisfied, my family and I finally came home, it was a nice holiday.
Vacation to the beach Anyer
The last holiday, my family went to Anyer beach for a picnic, we leave in the morning, because of our house to the beach anyer took a 4 hour drive, so we can play and have fun there longer, we were off to the beach anyer

After arriving at the beach anyer, we just took a walk because the beach is in front of the hotel. We walked along the seashore, played water and sand. Actually we also wanted to swim in the beach but the lifeguard didn’t allow us. Besides doing many activities we also watched some foreign tourist’s activities. They were lying on the beach, while others were having massage or surfing.

When we felt tired, we took a rest to have some meals and drinks, and at 5:00 pm we came home his end, this is a memorable holiday, next time we will visit again.
Fantastic Holiday
Last summer I got a fantastic holiday. I visited some great place, I went to an airport and was going to fly to Cleveland. I was spending there two days. I liked to see some Cleveland Cavaliers basketball matches.

Then I went to Hollywood. Hollywood is a famous district in Los Angeles, California, United States. It had become world-famous as the center of the film industry. Four major film companies – Paramount, Warner Bros., RKO and Columbia – had studios in Hollywood. I did not want to leave but I had to.

After that, I went to New York city. I visited the Statue of Liberty. I went from the bottom of Manhattan to the top of the crown. That was very amazing, The places made me feel at home but I have to go home. Next time I would return to them.




Recount Text
Travel on the Plane for the First Time
When I was young, I did not really like traveling. I preferred playing games on the computer. I never traveled abroad on the plane until 1998. At that time, I was 21 years old.
My first trip was a 4-day trip to Taipei. Before I came to the airport, I did not know how to check-in. All procedures were so new to me. I remembered I was so excited when the plane took off. I really enjoyed my trip at the time.
After that trip, I like traveling. I also traveled to Korea, France, Germany, Switzerland, Italy, an Austria.


-------------------------------------------------------------------------

Recount Text
My Holiday Was Fantastic

Last summer I got a fantastic holiday. I visited some great places.
I went to an airport and was going to fly to Cleveland. I was spending there two days. I liked to see some Cleveland Cavaliers basketball matches.
Then I went to Hollywood. Hollywood is a famous district in Los Angeles, California, United States. It had become world-famous as the center of the film industry. Four major film companies – Paramount, Warner Bros., RKO and Columbia – had studios in Hollywood. I did not want to leave but I had to.
After that, I went to New York city. I visited the Statue of Liberty. I went from the bottom of Manhattan to the top of the crown. That was very amazing.
The places made me feel at home but I have to go home. Next time I would return to them.

-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
Visiting Bali
There were so many places to see in Bali that my friend decided to join the tours to see as much as possible. My friend stayed in Kuta on arrival. He spent the first three days swimming and surfing on Kuta beach. He visited some tour agents and selected two tours. The first one was to Singaraja, the second was to Ubud. On the day of the tour, he was ready.
My friend and his group drove on through mountains. Singaraja is a city of about 90 thousands people. It is a busy but quiet town. The street are lined with trees and there are many old Dutch houses. Then they returned very late in the evening to Kuta.
The second tour to Ubud was a very different tour. It was not to see the scenery but to see the art and the craft of the island. The first stop was at Batubulan, a center of stone sculpture. There my friend watched young boys were carving away at big blocks of stone. The next stop was Celuk, a cente for silversmiths and goldensmiths. After that he stopped a little while for lunch at Sukawati and on to mass. Mass is a tourist center My friend ten-day-stay ended very quickly beside his two tour, all his day was spent on the beach. He went sailing or surfboarding every day. He was quiet satisfied.

-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
R.A. Kartini
Every april 21 people in indonesia commemorate the kartini day. It is beautiful day for the woman because we celebrate the birth of great lady R.A. Kartini. Everyone knows who kartini is. she is our national heroine and a great lady with the bright idea.
Kartini was born in 1879 april 21 in mayong jepara. Her father was Rama Sosroningrat Wedana (assistant of head of regency) in mayong. her mother, Ma Ngasirah was a girl from Teluk Awur village in Jepara as the daughter of a noble family, she felt luck because she got more than the ordinary people got. She got better education than other children in november 12 1903 she married adipati djoyodiningrat, the head of rembang regency. According to javanese tradition Kartini had to follow her husband. then she moved to rembang.
In september 13 1904 she gave a birth to her son. his name was singgih. but after giving birth to a son, her condition was getting worse and she finally passed away on september 17 1904 on her 25 years old.
Now kartini has gone. but her spirit and dream will always be in our heart. nowadays indonesian women progress is influenced by kartini's spirit stated on collection of letter habis gelap terbitlah terang from the dusk to the dawn.




-------------------------------------------------------------------------


Recount Text
Vacation to London

Mr. Richard’s family was on vacation. They are Mr. and Mrs. Richard with two sons. They went to London. They saw their travel agent and booked their tickets. They went to the British Embassy to get visas to enter Britain. They had booked fourteen days tour. This includes travel and accommodation. They also included tours around London. They boarded a large Boeing flight. The flight was nearly fourteen hours.
On the plane the cabin crews were very friendly. They gave them news paper and magazine to read. They gave them food and drink. There was a film for their entertainment. They had a very pleasant flight. They slept part of the way.
On arrival at Heathrow Airport, they had to go to Customs and Immigration. The officers were pleasant. They checked the document carefully but their manners were very polite. Mr. Richard and his family collected their bags and went to London Welcome Desk. They arranged the transfer to a hotel.
The hotel was a well-known four-star hotel. The room had perfect view of the park. The room had its own bathroom and toilet. Instead of keys for the room, they inserted a key-card to open the door. On the third floor, there was a restaurant serving Asian and European food. They had variety of food.
The two week in London went by fast. At the end of the 14-day, they were quite tired but they felt very happy.


-------------------------------------------------------------------------

Recount Text
Pangandaran Beach
The tour to Pangandaran Beach started on holiday last semester. We decided to go to Pangandaran Beach by our motorbike. That was very interesting tour. Riding a motorbike from my hometown, Cirebon, to Pangandaran Beach with my best friends made me feel exited.
The tour to Pangandaran Beach began at 09.00 a.m. in the morning and it took 5 hours riding to Pangandaran Beach. There were so many story that my friends and I got when we were in the tour such as there was my friend who got lost, ran out of fuel in the middle of jungle, and so forth. But it was interesting, because it was the first moment that I ever had in touring.
We arrived at Pangandaran Beach at 02.00 p.m. and we stright to move to the beach. At beach we just lied down there to stretch our muscle because of 5 hours riding. We also had a lunch there by eating some foods that we brought from Cirebon. That was very nice moment when we shared our own food to others.
After we had enough rest, we began to explore Pangandaran Beach. Started by exploring the beach, and the sea using rented boat. Then we went to dive by renting some diving equipment. We could see many coral there. We just had 2 hours to enjoy Pangandaran Beach because we had to come back to Cirebon.
We came back to Cirebon at 04.00 p.m. It was imposible to ride in the night, so we just decided to stay over in our friend house in Ciamis and we started to come back in the morning. That was very nice experience that I and my friends ever had. We would never forget that moment.



-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
My Grandpa’s Funeral in Toraja

Last month my family and I went to Toraja to attend Grandpa’s funeral. It was my first time to go to such a ceremony. We gathered there with our kin in the ceremony.
Overall, the ceremony was quite elaborate. It took about a week. Several days before the ceremony was done, grandpa’s body was kept in a series of houses arranged in a circular row around an open field called tongkonan. His corpse was dressed in a fi ne wearing.
The funeral was performed in two phases. First, we slaughtered the pigs and buffaloes, and then moved the corpse to face north. In this ceremony we wore black clothes. After that, the corpse was placed in a sandal wood coffin. Then, it was brought out of the house and placed on an open platform beneath the granary. Meanwhile, my uncle, my brother, and I prepared the wooden puppet and a funeral tower called lakian. The next phase of the ceremony was held in this place. The coffin is borne from the house and placed in the lakian. During the day, there were also buffalo matches. They were great matches. In the night, we were feasting, chanting, and dancing.
On the last day, the grandpa’s coffin were lowered from the funeral tower and brought up to the mountain side family graveyard. It was followed by great shouting and excitement from the relatives and the guests. Finally, we installed the wooden puppet on a high balcony where other puppets representing the members of a whole family were already there. The funeral ceremonies made my family and me tired. However, we were grateful because it ran smoothly.


-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
My First Experience To Be An Alone Backpacker

I like to go out to find a new place.
When I was in second semester, I went to Bekasi alone to visit my friend. I built my strenght to go there without knowing anything.
Firstly, I went to Terboyo to find Sinar Jaya bus to Bekasi. Unfortunately, there was no Sinar Jaya bus. A man in a locket told me to go to someone who could bring me to Bekasi. I felt so happy bacause my planning would be happen. I just payed money and got the bus. Everything was gonna be alright until the bus came to Tegal.
In Tegal bus station, a man in the bus asked me go out from the bus because that bus would bus come to Bandung.,not Jakarta ones. I felt so confused because there were so many strange men around me. After they talked for several hours, i was brought to a new one. I tried to adapt in that bus. People around me said that was true bus to Bekasi. I could not guess what I felt. The bus walked so fast until in Cikampek. When the bus was in Cikampek subway, someone told me that the bus did not pass Cikarang, so when I wanted to go tehre, I had to take off in Lippo.
Fortunately, a man told me that he had the same destination with me. I felt so happy. I could not imagine if there was not that man.


-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
A Study Tour To Bali

I was in senior high school when at the first time I went to Bali Island. I went there with my teachers and my friends. It was a study tour actually. My teacher, me class friends, and I were in the same bus. We left our school at 8 a.m.

The journey from Pati to Bali took a day. I was so exhausted because I had to sit along the journey. Actually, it was a funny journey because I spent all of my time with my friends, like playing games, laughing, and kidding. But I felt that all of my tiredness gone all of sudden when we arrived at the Sanur Beach. It was still morning, I saw a sun rise which was so beautiful. Then we were drove to the hotel to take a rest and had meals. After that, we went to the Nusa Dua Beach. There were so many activities to do there. We could play parasailing, banana boat, and so on. But I chose to go to a little island which had a lot of reptile there. There were snake, turtles, etc. The scenery was so beautiful because I was in the middle of the sea! Next, we went to Garuda Wisnu Kencana (GWK). There were two statues which were so big. They were Wisnu and his bird, called Garuda. I was interested in its relief on the rock but, actually, I did not know the story on it. At last, we went to the Sosro Company. We learned a lot of things there from the first step till the end of making a tea. After that, we went back to Pati.

After a very long journey, through the land and the sea, I learned something about nature and human products. Although it took a lot of my energy, I felt so happy because I spent all of my time with my friends.


-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
My Busy Holiday


On April 16th, 2010, I thought this would be a great holiday for me because that was the holy day for Hindhu people . I was so tired about the study, so I guessed this time I could get full refresh anyway. However, the fact said the other way.

First like an ordinary daughter, I had to get up early morning helping my mother, of course after I prayed. Then I did my chores, cleaned up my room, and spread out my bed under the sun ray. I was really in danger if my mom knew that my room was messy. So, I made it as soon as possible. Second, my aunts called me in the afternoon. I did not meet them for a long time, that was the way I kept for hours to talk with them. After that, unpredictable my neighbor visited me. She asked my help finishing her homework. At last, the time was running and I just remembered that I had a lot of homework. I got mad, confused and regretful why I did not check my homework before. Therefore, I did my homework until 2:00 a.m. the next morning.

I did not feel this was holiday instead of I had to work hard and got a long ship with my homework.

-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
The Flood

One Christmas in 2007, I was joining a final test try out at school. It was held from 8 a.m. to 2 p.m. One of my schoolmates, Rini, asked me for accompanying her to the bus stop. When we arrived there, suddenly the heavy rain fell down from the sky. Rini suggested me to go home soon while she was entering the bus.
It was still raining when I was home. The rain did not stop and became bigger when the night had come. People were standing in front of their house, hoping that the flood would not come. In the middle of the night, I got news that South Purwodadi had been drowned.
The next day, Purwodadi had become a flood area. All activities were paralyzed. No one went for work or school because the land had been covered by flood. However, I thank God for not allowing the flood entered my house. Even my house had been changed into an emergency kitchen. It was so crowded there. I and my father took a walk around the center market and Central Purwodadi. All that we could see was water and water. At night, the flood looked like a beautiful ocean with the moonlight on it. I felt as if I was one of the passengers of Titanic who was sailing on the sea.
Finally, the flood was starting to decrease in the next morning. I and my family cleaned our front yard together. That was the greatest flood that I had ever experienced in my hometown.


-------------------------------------------------------------------------

Recount Text
My Vacation With My Beloved Sister And Boyfriend

One day, my sister said to me that she really wanted to go to the beach. So I promised her that the next day we would go to Maron beach in Semarang.

The next day, we prepared many things in the morning. We brought some foods and beverages, such as fried rice, chocolate wafers, potato chips, water and orange juice. Before going to the beach, I ask my boyfriend, Kiki, to join us going to the beach. He agreed to join and he came to my house. After that, we went to the beach. We went there by motorbike. It took 25 minutes to arrive there. Then, we bought tickets in the entrance gate. Before swimming, we changed our clothes first. We swam there for more than one hour. We felt so tired that we decided to eat the foods that we had brought. Next, my boyfriend and I created a very big sand castle, while my sister continued swimming. After that, we decided to go home because it was getting dark.

On the way home, we still felt hungry. So we stopped at a Javanese restaurant to eat something. I ordered gudeg, while my boyfriend and my sister ordered rames rice. After finished eating, we paid our bills. Then, we went home. We arrived at home at 6 o’clock and we were absolutely exhausted.

That was a very exhausting day, but I felt so happy that I could have a vacation with my sister and my boyfriend.
-------------------------------------------------------------------------

Recount Text
My Busy Day

Last Monday was a busy day for me. I spent my time to do a lot of activities from college to my home.

First, at the morning, I did my presentation's assignment with my partner, she was Nurhidayah. It took 3 hours. And then we went to the campus for joining lecture. But, the lecturer said that our presentation would be started next week. It made us disappointed. The class was finished at 12.30.

After that, I had to go home because my grandmother was in a bad condition. She was hospitalized. So, it was a must for me to back home at that time. When I got there, there were so many members of my family. There were about 10 people. My aunt, my niece, my uncle and some of my cousins. We all hoped that our grandmother would get better soon.

Those activities made my day busy.

-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
My Unfortunates


Last weekend was my luckiest day ever. Many good things were coming toward me.

When the morning broke in Sunday morning, I woke up and planned to jog around the neighborhood. So I changed my clothes and went to the bathroom to wash my sleepy face. As I stepped in the bathroom, I landed my foot on a soap in the floor and feel down. A perfect morning hi for me. Next, I began my jogging and saw my gorgeous neighbor, jogging to. I though it was a good fortune to omit the gap between us. So I jogged to him and say hello. But, how poor of me, it was not him. It just someone I never met before who looked like to him. I was going home with people laugh at me along side of the street.

When I got home, the breakfast already settled and I immediately spooned a big portion of rice and ate. After I have done my breakfast my mother came up and said that the meal have not ready yet and she said that I may have a stomachache if I ate it. It was proven, I had a stomachache for the next three days.

I past my weekend lie down on me bed and be served as a queen. That was not really bad, wasn't it.


-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
A Page from A Girl's Diary


Tuesday, September 30th, 2008
It was takbiran night. It was also my birthday, and nothing happened. Or I had thought nothing would happen, but I was wrong.

That night, I was watching television with my family when I heard someone lit fireworks in my front yard. I peeped trough my window glass but could see nothing. It was very dark outside. Then I thought it had to be my cousins who lit the fireworks. Then I plopped down on my sofa again and tried to concentrate on the television since my mind raced with disappointment that no one gave something special on my birthday. I shrugged, it was almost the end of the day and I became pessimist. Five minutes later my mobile beeped. It was a text from my friend asking me to come out. Wondering what was going on, I grabbed my jacket and hurried to the front door. I was surprised to see her bring a bag full of firework and fire drills. Next I was surprised to see my other friend come out from the darkness. She brought a beautiful birthday cake on her hands. Oh my God! I shrieked. Then they gave the cake to me who was too stunned to say anything. I realized I was blushing furiously because my whole family was watching. Not to mention my neighbors too!

A plain day, or I thought it was before, turned out to be one of the greatest moment in my life. I didn’t even know how to describe what I felt. Happy was the simplest word.


-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
My First Experience to Ride Motorcycle


One day, when I was ten years old, my father bought an old motorcycle. That was " Honda 75". I think it was small light object and easy to ride it. I persuaded my father to teach me to ride " Honda 75 ". Firstly, my father refused my request and promised that he would teach me two or three years later, but I still whimpered. Finally, my father surrendered and promised to teach me.
He began to teach me riding the motorcycle around a field in my village. My father was very patient to give me some directions. I was very happy when I realized my ability to ride a motorcycle. " Yes, I can ".
One day later, when I was alone at home, I intended to try my riding ability. So, myself tried bravely. All ran fluently in the beginning, but when I was going back to my home and I must passed through a narrow slippery street, I got nervous. I lost my control and I fell to the ditch.
After that, I told my father about the last accident. I imagined my father would be angry and never let me ride again. But the reality is exactly on the contrary, my father was very proud of me. He just gave me some advices and since that accident, I got my father's permission to ride motorcycle.

-------------------------------------------------------------------------
Recount Text
A Beautiful Day at Jogja
Last week, my friends and I went to Jogja. We visited many places.

First, we visited Parangtritis beach. The sun shone brightly and the scenery was very beautiful there. We felt the wind blew across to us. We also saw a lot of people in that beach. There werw many birds flew in the sky. Also, there were many sellers who sold many kinds of souvenirs. Second, we visited Gembira Loka Zoo. We saw many kinds of animals there such as monkeys, tigers, crocodiles, snakes, etc. We looked around in that Zoo, and also took pictures of those animals. Then, we felt hungry, so we went to a restaurant. As soon as we finished our lunc, we decided to go home.
 
Demikianlah informasi yang dapat admin sajikan mengenai recount text holiday  kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat khususnya bagi admin pribadi umumnya bagi anda sekalian. terimakasih